Entah dimulai darimana kisah ini kumulai, yang jelas kenangan waktu kecil tidak bisa kita lupakan, terlalu banyak kenangan manis, entah itu kenangan waktu ke sawah, waktu ke sungai atu waktu main hujan-hujanan dan masih banyak lagi. Dulu aku sering bermain-main dengan misan-misanku , yang pertama namanya suherman, biasa kami panggil suher lewak, kemudian mulhannuddin yang biasa kami panggil Mul Jembung dan adikku yang bungsu namanya Abdurrahman yang biasanya kami panggil Bedul beduk. Suatu hari saya bersama suher lewak dan mul jembung pergi mencari buah singgapur yang biasanya banyak ditanam di pinggir jalan raya atau di pekarangan rumah, pohon singgapur itu daunnya kecil-kecil tapi banyak jadi kelihatannya rindang dan buahnya kecil-kecil kalau masih muda warnanya hijau , kalau setengah matang warnya orange dan kalau sudah matang benar warnya merah , pada waktu itu yang jadi tukang panjatnya adalah suher lewak , saya dan mul jembung nunggu dibawah, karena buahnya berada diatas dan jauh-jauh kami menggunakan galah biar mudah dijangkau oleh suher lewak, pada saat suher lewak mengambil buahnya tanpa sengaja galah itu jatuh dan langsung menancap di kepalanya mul jembung , saya dan suher lewak panik karena mul jembung meraung-raung kesakitan, suher lewak langsung turun karena banyak sekali orang yang datang melihat mul jembung, saya dan suher lewak langsung kabur karena takut dimarahi, sampe sore kami tidak berani pulang, kami pergi ke sawah dan sungai , sore hari baru kami pulang ke rumah karena mau pergi mengaji ke musholla.
Di musholla kami belajar mengaji dengan teman-teman sekampung malah banyak yang dari luar kampung kami juga banyak , nama guru ngaji kami yang sangat kami senangi dan sayangi namanya pak Amin , karena beliaulah kami jadi bisa mengaji dan tahu ilmu tajwid, biasanya selesai sholat isya kami dikumpulkan dan ditanya siapa yang tidak berjamaah waktu sholat subuh, zuhur, ashar , magrib dan isya, bila satu kali tidak sholat maka kaki kita dipukul satu kali pakai plastik panjang yang bekas kursi duduk model dahulu, bila lima waktu gak sholat, maka lima kali dapat pukulan ,makanya kami tidak berani bolos mengaji dan sholat, tapi karena itulah kami jadi disiplin . makanya setiap malam khususnya anak laki-laki tidur bersamaan di musholla biar besok bisa bangun pagi-pagi untuk sholat subuh berjamaah,biasnya sebelum kami tidur , kami main petak umpet, selodoran , main kasti, kalau main selodoran biasnya kami main di jalan raya karena dulu jarang sekali mobil atau motor lewat kalau sudah jam 8 malam , makanya kami bebas main selodoran , main kasti dan balap lari , kami sangat senang sekali, biasanya selesai main kami pergi ke masjid untuk mandi kebetulan disana ada kolam besar , jadi sebelum tidur kami mandi dulu sambil kita lomba renang , memang dari kolam masjidlah rata-rata teman-teman bisa berenang , baru kemudian setelah kita puas mandi balik lagi tidur ke musholla , tapi biasanya kalau kami terlalu ribut waktu mandi marbot masjid yang namamnya papuk Celan sering memarahi dan mengejar-mengejar kami , apalagi teman-teman yang nakal biasanya pancing ikan di kolam masjid , maka papuk celan mengejar-ngejar kami dan kami lari terbirit-birit telanjang bulat sambil membawa kain sarung , baju dan celana yang belum sempat kami pakai, baru setelah seratus meter kami berhenti dan memakai pakaian kami , untung saja malam hari jadi kami bebas berlari-lari telanjang bulat.
Ada juga kebiasaan unik di kampung kami untuk menyebut nama-nama perempuan yang bisanya berakhiran AH menjadi OK, misalnya aminah dipanggil inok, Halimah dipanggil Imok,aisah dipanggil icok, masiah dipanggil ciok, hanifah dipanggil Ipok ,masitah dipanggil Itok, dan lain-lain.ada teman kami namanya ipok dia sering sekali berkelahi dengan inok , setiap hari tidak di rumah , di sekolah sampe di tempat pengajian , mereka selalu bertengkar , kadang hal-hal yang kecil jadi bahan pertengkaran mereka, tapi ternyata setelah dewasa ipok dan inok jadi sahabat dekat yang tidak terpisahkan , malahan inok kawin sama misannya ipok , begitu juga ipok kawin sama sepupunnya inok,sampai sekarang setelah punya anak mereka tetap menjalin persahabtan justru semakin dekat karena hubungan kekeluargaan dengan suami mereka masing-masing.
Pernah suatu hari di tempat pengajian teman kami namanya samsul hadi yang biasa kami panggil samsul roket karena ada pitak dikepalanya, berkelahi dengan maman supratman yang biasanya kami panggil maman ompong, karena maman ompong kalah maka dia pulang menanngis , tapi disaat kami mau sholat ashar berjamaah tiba-tiba maman ompong datang membawa golok yang sangat panjang , untung guru-guru muda di musholla segera menutup pintu , sehingga membuat maman kesal karena itu pintu itu di tebasnya sampe rusak , sampe sekarang bekas goloknya maman ompong itu masih ada, sejak saat itu samsul roket tidak berani pulang maupun pergi lewat depan rumahnya maman ompong .
Pada waktu kami kecil dulu sering sekali saya dan teman-teman pergi ke sawah dan ke ladang , di sawah biasanya kami sering memanjat pohon jambu batu karena hampir di setiap sawah ada pohon jambu batunya, kami biasanya berebutan naik untuk mencari bauh jambu yang paling matang dan ranum , setelah kami puas makan jambu di atas pohon dan sisanya kami bawa pulang , tapi sebelum turun kami nangring dulu di atas pohon sambil kita main pilot-pilotan , setelah puas disawah kami biasanya langsung ke sungai mencari ikan , kepiting dan mandi bersama sambil main air dan kejar-kejaran, sunagi di kampung kami sangat dalam maknya kalunkita mau turun harus lewat tebing yang curam dan akar-akar beringin , banyak yang sudah jatuh dari sungai karena terlalu tinggi dan curam , kadang anak-anak sampe orang dewasa, biasnya pada musim hujan yang sering terkjadi kecelakaan karena licin , banyak yang keseleo , patah kakinya dan lain-lain , tapi kami enjaoy dan senang saja karena mungkin sudah terbiasa turun naik ke sungai .setelah puas biasanya kami pulang , tapi sebelumpulang biasanya kami mencari buah-buah yang banyak terdapat di pinggir sungai, ada buah peling, buah kepundung , buah asam dan lain. lain. hanya itu sekelumit kisah masa kecil yang tidak bisa dilupakan seumur hidupku.nanti disambung lagi , ok.
Wednesday, December 9, 2015
Sunday, November 29, 2015
puisi sunyi
PUISI SUNYI
ENTAH KESUNYIAN APALAGI
DI PADANG ILALANG
YANG MEMBUAT AKU TERTEGUN
SEPERTI PUISI SUNYI
SEPERTI PROSA SEPI
SEPERTI BUAIAN SAJAK-SAJAK ELEGI
ENTAHLAH..... KEMANA LAGI
HARUS TERGANTI SEMUA INI
DISETIAP SUDUT SEPI
DISETIAP RUMAH SUNYI
MUNGKIN HANYA MALAM KELAM
YANG BISA MENERANGI HATIKU
YANG SEPI DAN SUNYI INI
AKU INGIN BERLARI SEPERTI OMBAK
YANG TERKOYAK DITEPI PANTAI YANG SUNYI
ENTAH KESUNYIAN APALAGI
DI PADANG ILALANG
YANG MEMBUAT AKU TERTEGUN
SEPERTI PUISI SUNYI
SEPERTI PROSA SEPI
SEPERTI BUAIAN SAJAK-SAJAK ELEGI
ENTAHLAH..... KEMANA LAGI
HARUS TERGANTI SEMUA INI
DISETIAP SUDUT SEPI
DISETIAP RUMAH SUNYI
MUNGKIN HANYA MALAM KELAM
YANG BISA MENERANGI HATIKU
YANG SEPI DAN SUNYI INI
AKU INGIN BERLARI SEPERTI OMBAK
YANG TERKOYAK DITEPI PANTAI YANG SUNYI
Saturday, November 21, 2015
pelacak cinta
PELACAK CINTA
AKU INI PELACAK CINTA
DATANG DALAM KONYOL
DALAM MESRA PENUH DUSTA
DALAM KECUPAN BIBIRMU
YANG KELU.......
HINGGA MADU CINTA
JADI GERSANG
TAPI......
MERANGSANG
AKU INI PELACAK CINTA
DATANG DALAM KONYOL
DALAM MESRA PENUH DUSTA
DALAM KECUPAN BIBIRMU
YANG KELU.......
HINGGA MADU CINTA
JADI GERSANG
TAPI......
MERANGSANG
Subscribe to:
Comments (Atom)
